Breaking News

Terbaring Sakit, Sulaiman Bertahan Hidup dengan Dua Tabung Oksigen Sehari: "Untuk Makan Saja Sudah Susah"


SENGETI -  Di sebuah rumah sederhana di RT 01, Desa Suak Putat, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Sulaiman (56) hanya bisa terbaring lemah. Tubuhnya yang kian rapuh kini bergantung penuh pada dua tabung oksigen setiap hari untuk sekadar bisa bernapas.


Sulaiman tak hanya kehilangan kesehatan. Ia juga kehilangan penghasilan. Tak lagi mampu bekerja, ia kini sepenuhnya bergantung pada istri dan anak perempuannya yang turut hidup dalam keterbatasan.


"Setiap hari kami butuh dua tabung oksigen. Satu tabung harganya Rp45 ribu. Tapi sekarang, untuk makan saja sudah susah," kata sang istri, Juna, dengan suara gemetar saat ditemui di rumah mereka, Rabu (22/10).


Kondisi Sulaiman sangat memprihatinkan. Selain oksigen, ia juga membutuhkan pampers dewasa. Namun karena keterbatasan biaya, keluarganya hanya mampu menggunakan kain bekas sebagai pengganti. Kamar mandi yang berada beberapa meter dari tempat tidur pun sudah tak lagi bisa dijangkau.


"Anak saya perempuan, saya sendiri sudah tidak kuat angkat dia ke kamar mandi. Kami hanya bisa pasrah. Kalau ada kain bersih, itu yang kami pakai," ucap Juna, tak kuasa menahan air mata.


Menggantung Harapan di Tengah Keputusasaan , Sudah berbulan-bulan keluarga ini bertahan dengan bantuan ala kadarnya dari tetangga dan kerabat. Tapi beban kebutuhan medis yang terus bertambah membuat bantuan itu jauh dari cukup.


“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah atau siapa pun yang peduli. Kami sudah tidak tahu harus ke mana lagi meminta pertolongan,” ujar Juna pelan.


Harapan muncul setelah Ketua BAZNAS Kabupaten Muaro Jambi, Kasmadi, menyatakan kesiapan membantu, meski dengan syarat administrasi yang harus dipenuhi terlebih dahulu.


“BAZNAS siap memberikan bantuan, tapi sesuai prosedur, bantuan baru bisa diberikan setelah ada pengajuan proposal. Biasanya, pemerintah desa yang membantu membuatkan proposal tersebut,” kata Kasmadi.


Menurutnya, BAZNAS dapat memberikan bantuan hingga Rp2 juta bagi warga miskin yang membutuhkan perawatan medis. Namun, hingga kini, belum ada kabar apakah Pemdes Suak Putat sudah bergerak menyusun proposal tersebut.


Potret Buram Akses Kesehatan di Pedesaan, Kisah Sulaiman bukan yang pertama, dan bukan satu-satunya. Di banyak desa, kemiskinan dan sakit berat menjadi kombinasi mematikan bagi warga miskin yang tak punya akses pada layanan dasar kesehatan. Ketika fasilitas medis jauh, biaya membengkak, dan bantuan lamban, maka nyawa menjadi taruhan.


Keluarga Sulaiman kini hanya bisa menunggu. Menanti belas kasih dari siapa saja yang mau peduli. Pemerintah, lembaga sosial, dermawan – atau siapa pun yang masih punya hati untuk memberi

© Copyright 2022 - Jambibaba.id