JB,SENGETI - Ancaman musim hujan di Kabupaten Muaro Jambi tak hanya datang dari banjir dan longsor. Lonjakan penyakit justru menjadi bahaya senyap yang kini mengintai masyarakat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mencatat, sepanjang Januari hingga November 2025, sebanyak 73 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di wilayah ini.
Angka tersebut menegaskan bahwa musim hujan masih menjadi momentum paling rawan bagi kesehatan publik. Genangan air yang tak terkelola, ditambah rendahnya kesadaran kebersihan lingkungan, menjadi pemicu utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Aang Hambali, mengungkapkan kelompok paling rentan terserang penyakit di musim hujan adalah anak-anak dan lanjut usia.
“Daya tahan tubuh mereka lebih lemah, sehingga lebih mudah terinfeksi, terutama DBD dan ISPA,” tegas Aang.
Ia menekankan bahwa pencegahan adalah kunci utama, bukan sekadar mengandalkan pengobatan. Menurutnya, langkah sederhana seperti membersihkan lingkungan, memberantas genangan air, serta menjaga pola makan bergizi dapat secara signifikan menekan risiko penyakit.
Di tengah ancaman tersebut, Dinas Kesehatan memastikan kesiapsiagaan layanan medis. Sebanyak 23 puskesmas di 11 kecamatan diminta siaga penuh. Ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan peralatan medis diklaim dalam kondisi aman untuk menghadapi kemungkinan lonjakan pasien.
Namun, pemerintah daerah mengingatkan bahwa kesiapan fasilitas kesehatan tidak akan berarti tanpa peran aktif masyarakat.
“Pencegahan paling efektif dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Kalau masyarakat abai, kasus akan terus berulang setiap musim hujan,” tandasnya.

Social Header