JB, SENGETI — Kesabaran warga Desa Talang Belido akhirnya habis. Bertahun-tahun menghadapi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, warga memilih turun ke jalan pada Senin (30/3/2026) sebagai bentuk protes terhadap lambannya respons pemerintah.
Ironisnya, di tengah gelombang kekecewaan warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi baru kembali menyampaikan janji—perbaikan akan dilakukan, itu pun secara bertahap.
Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Anjar Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah meninjau lokasi sejak 26 Maret 2026, menyusul laporan warga yang masuk empat hari sebelumnya. Namun, langkah konkret yang dinanti warga belum juga terlihat di lapangan.
Alih-alih perbaikan cepat, PUPR justru beralasan keterbatasan alat berat.
Sejumlah peralatan masih difokuskan di Desa Ladang Panjang, sementara satu unit lainnya bahkan sempat dialihkan ke Mestong untuk keperluan posko Lebaran.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: mengapa daerah yang sudah lama rusak justru harus menunggu giliran?
“Perbaikan sementara akan dilakukan terlebih dahulu, sedangkan perbaikan menyeluruh menunggu alat selesai bertugas di lokasi lain,” kata Anjar.
Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab keresahan warga. Sebab, yang mereka hadapi bukan kerusakan baru, melainkan persoalan lama yang terus dibiarkan hingga mengganggu aktivitas ekonomi, terutama distribusi hasil perkebunan.
Lebih jauh, pemerintah daerah juga berencana mendata kendaraan angkutan sawit yang melintas sebagai dasar meminta kontribusi dari perusahaan perkebunan. Namun, langkah ini kembali memicu kritik karena terkesan mengalihkan tanggung jawab.
Warga menilai, perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan seharusnya menjadi kewajiban utama pemerintah, bukan menunggu partisipasi pihak lain.
Aksi demonstrasi yang terjadi menjadi sinyal kuat bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar keluhan, melainkan akumulasi kekecewaan. Jika tidak segera ditangani secara serius, bukan tidak mungkin gelombang protes akan semakin meluas.
Kini, bola ada di tangan pemerintah. Janji perbaikan sudah disampaikan—pertanyaannya, apakah kali ini benar-benar akan ditepati, atau kembali menjadi daftar panjang janji yang tak kunjung terealisasi. (***)

Social Header