JB.,COM,, SENGETI - Tumpukan sampah rumah tangga menggunung di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Ironisnya, lokasi tersebut berada tak jauh dari simpang rumah dinas Wakil Bupati dan kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi—instansi yang bertanggung jawab atas urusan kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Pantauan di lapangan memperlihatkan pemandangan yang kontras dengan citra kawasan perkantoran pemerintah.
Plastik, sisa makanan, kardus, hingga limbah rumah tangga lainnya berserakan di tepi jalan. Sejumlah kantong sampah tampak robek, membuat isinya meluber ke badan jalan dan mengganggu pengguna jalan.
Lalat beterbangan dan mengerubungi tumpukan tersebut. Air lindi mengalir tipis di atas aspal, meninggalkan jejak kotor dan aroma menyengat yang tercium beberapa meter sebelum titik tumpukan. Bau busuk itu memaksa pengendara menutup hidung atau mempercepat laju kendaraan saat melintas.
“Baunya menyengat sekali. Kalau lewat harus tutup hidung,” ujar Amrizal, pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi kawasan itu.
Kondisi tersebut menuai sorotan karena terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi wajah tata kelola pemerintahan daerah. Area perkantoran mestinya menjadi contoh kedisiplinan dan kebersihan, bukan justru memperlihatkan lemahnya pengelolaan sampah.
Belum diketahui sejak kapan tumpukan sampah itu dibiarkan menggunung. Warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk membersihkan lokasi dan mencegah kejadian serupa terulang, terlebih di kawasan strategis pusat aktivitas pemerintahan.

Social Header