JB, id SENGETI - DPRD Muaro Jambi mengelar Rapat Paripurna Rekomendasi LKPJ Tahun 2025, Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Muaro Jambi pada Kamis (30/4) bukan sekadar agenda formal tahunan. Forum ini berubah menjadi panggung kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan air bersih.
Dipimpin oleh Ketua DPRD Aidi Hatta, rapat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bambang Bayu Suseno bersama Wakil Bupati Junaidi H. Mahir, jajaran Forkopimda, serta anggota legislatif.
Sorotan paling keras datang dari Fraksi PAN. Melalui juru bicaranya, Robinson Sirait, DPRD mengungkap fakta yang dinilai memprihatinkan: masih banyak sekolah di Muaro Jambi yang kekurangan fasilitas dasar, bahkan sanitasi seperti MCK.
Lebih tajam lagi, Robinson menyoroti adanya fasilitas sekolah yang sudah dibangun tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal. “Ini bukan sekadar soal anggaran, tapi soal perencanaan dan pengawasan yang lemah,” tegasnya, sembari mendesak koordinasi serius dengan Kementerian Pendidikan agar program rehabilitasi benar-benar tepat sasaran.
Tak hanya pendidikan, dua sektor pelayanan publik lain juga tak luput dari kritik:
Dinas Kesehatan diminta segera membenahi kualitas layanan di Puskesmas, terutama di wilayah pelosok. Minimnya tenaga medis menjadi persoalan klasik yang dinilai belum tertangani secara serius.
PDAM Muaro Jambi juga disorot. DPRD menilai distribusi air bersih masih jauh dari optimal, dengan masalah kebocoran dan manajemen infrastruktur yang belum tertata baik.
Menanggapi kritik tersebut, Bupati Bambang Bayu Suseno menyatakan menerima seluruh rekomendasi sebagai bahan evaluasi penting. Ia berjanji akan menjadikannya dasar perbaikan kinerja pemerintah daerah ke depan.
Rapat ditutup dengan penyerahan resmi dokumen rekomendasi DPRD kepada pihak eksekutif. Namun lebih dari sekadar seremoni, catatan kritis legislatif ini menjadi sinyal kuat: DPRD menuntut perubahan nyata, bukan sekadar laporan administratif.
Kini, publik menunggu—apakah kritik tajam ini akan berujung pada perbaikan konkret, atau kembali menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak berarti.

Social Header