Breaking News

DPRD Muaro Jambi Soroti Buruknya Layanan Air Bersih di Jaluko


JB, ID, SENGETI - Sorotan terhadap buruknya layanan air bersih di Kecamatan Jaluko kian memanas. DPRD Muaro Jambi mulai menekan Perumda Air Minum Tirta Muaro Jambi, menyusul keluhan warga yang tak kunjung teratasi.


Anggota dewan dari dapil setempat, Ulil Amri, menilai persoalan ini bukan lagi gangguan teknis biasa. Ia menyebut ada kegagalan serius dalam perencanaan kapasitas layanan air bersih.


Keluhan warga RT 28 dan RT 30 Desa Mendalo Darat—yang bahkan telah sampai ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia—menjadi pintu masuk bagi DPRD untuk membongkar persoalan yang lebih mendasar. Menurut Ulil, kapasitas intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mandalo sudah jauh tertinggal dari lonjakan kebutuhan di tiga desa: Mendalo Darat, Mendalo Indah, dan Pematang Gajah.


“Kapasitas 100 liter per detik itu sudah tidak relevan. Ini bukan sekadar distribusi macet, tapi desain sistemnya yang gagal mengikuti pertumbuhan pelanggan,” tegasnya.


Ia mengingatkan, kebocoran pipa dan lemahnya distribusi hanya memperparah situasi yang sejak awal sudah tidak ideal. Dalam jangka pendek, Ulil mendesak penambahan pompa isap di intake dan pompa distribusi di IPA, serta perbaikan jaringan pipa yang rusak. Namun ia menilai langkah itu hanya bersifat darurat.


“Kalau terus pakai pola tambal sulam, krisis ini akan berulang. Solusinya jelas: bangun intake dan IPA baru dengan kapasitas lebih besar,” katanya.


Ulil juga menyoroti lemahnya inisiatif Perumda dalam mencari dukungan anggaran. Ia mendesak agar perusahaan daerah itu bersama dinas terkait lebih agresif menjemput program pusat dan alokasi APBN, agar pembenahan infrastruktur tidak terus tertunda.

Baginya, krisis air bersih di Jaluko bukan sekadar keluhan warga, melainkan sinyal kegagalan sistem yang harus segera dibenahi.


“Ini alarm keras. Air bersih itu kebutuhan dasar. Kalau dibiarkan, dampaknya akan meluas dan makin sulit dikendalikan,” tutupnya.


© Copyright 2022 - Jambibaba.id