Breaking News

DPRD Reses,Warga Suko Awin Jaya Desak Realisasi Nyata Hasil Reses Jalan Rusak dan Fasilitas Sekolah Jadi Sorotan Utama



JB, id Muaro Jambi — Kegiatan reses anggota DPRD di Desa Suko Awin Jaya kembali menjadi ruang penyampaian keluhan panjang warga terkait kondisi infrastruktur dan layanan dasar yang dinilai belum banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir. Dalam forum yang berlangsung hangat tersebut, masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak lagi menginginkan sekadar janji atau pencatatan aspirasi, melainkan aksi nyata di lapangan.


Sejumlah warga secara terbuka menyampaikan kondisi jalan desa yang rusak parah serta minimnya fasilitas pendidikan yang memadai. Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama disebut menghambat aktivitas harian, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses anak-anak menuju sekolah.


“Kami ini butuh perhatian nyata, bukan sekadar janji. Jalan rusak, fasilitas sekolah minim, ini sudah lama,” keluh salah satu warga dalam forum tersebut. Suasana forum sempat menghangat ketika berbagai aspirasi lain turut mengemuka, mencerminkan akumulasi persoalan yang belum terselesaikan di tingkat desa.


Warga menilai bahwa kegiatan reses selama ini kerap menjadi ruang formalitas tahunan yang tidak selalu berujung pada perubahan signifikan. Harapan besar pun kembali diarahkan pada tindak lanjut konkret setelah pertemuan tersebut.


Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, anggota DPRD Joniadi menegaskan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan dicatat, diinventarisasi, dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif sesuai mekanisme yang ada. Ia menyebut reses sebagai salah satu instrumen penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah.


“Semua ini akan kami bawa ke DPRD dan diperjuangkan sesuai prioritas dan kewenangan,” ujar Joniadi di hadapan warga.


Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran masyarakat yang sudah lama menunggu realisasi dari berbagai aspirasi serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah warga tetap menekankan bahwa yang mereka butuhkan adalah kepastian masuknya program prioritas ke dalam perencanaan anggaran daerah.


Kepala Desa Suko Awin Jaya, Idawati, turut memberikan penegasan dalam forum tersebut. Ia secara terbuka meminta agar hasil reses tidak berhenti pada tahap administrasi atau sekadar laporan, melainkan benar-benar ditindaklanjuti hingga masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Harapan kami jelas, apa yang disampaikan hari ini bisa masuk dan direalisasikan di APBD 2027,” tegasnya.


Pernyataan itu mencerminkan harapan pemerintah desa agar aspirasi masyarakat tidak berhenti di meja pembahasan, tetapi benar-benar terakomodasi dalam kebijakan anggaran yang berdampak langsung pada kehidupan warga.


Forum reses kali ini kembali menyoroti persoalan klasik yang masih membayangi sejumlah wilayah pedesaan di Muaro Jambi. Infrastruktur dasar seperti jalan desa, drainase, serta fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal akses ekonomi dan pendidikan.


Di sisi lain, kegiatan reses sejatinya menjadi momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan. Namun, di lapangan, tantangan utama yang kerap muncul adalah kesenjangan antara aspirasi yang dihimpun dengan realisasi dalam perencanaan anggaran daerah.


Sejumlah warga yang hadir berharap agar forum seperti ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak nyata. Mereka menekankan perlunya pengawalan serius terhadap setiap aspirasi yang telah disampaikan, agar benar-benar masuk dalam skala prioritas pembangunan.


Jika tidak ditindaklanjuti secara konkret, kekhawatiran pun muncul bahwa kegiatan reses hanya akan berakhir sebagai formalitas politik yang berulang setiap tahun, tanpa perubahan signifikan bagi masyarakat di tingkat desa.


Kini, perhatian warga Suko Awin Jaya tertuju pada langkah lanjutan setelah forum tersebut berakhir. Mereka menunggu apakah janji untuk memperjuangkan aspirasi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata, atau kembali berhenti sebagai catatan dalam laporan resmi.


Satu hal yang jelas, harapan masyarakat tidak lagi sekadar pada janji, tetapi pada bukti yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.


© Copyright 2022 - Jambibaba.id