JB, id, SENGETI - Kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Joniadi P. Nainggolan, di Desa Suko Awin Jaya, Rabu (22/4/2026), berubah menjadi ajang “curhat massal” warga soal buruknya infrastruktur dan minimnya fasilitas pendidikan.
Ratusan warga yang hadir dalam reses Dapil I (Sekernan, Muaro Sebo, Taman Rajo) bergantian menyampaikan keluhan yang selama ini dinilai belum tersentuh secara maksimal oleh pemerintah daerah.
Sorotan utama warga tertuju pada kondisi jalan desa yang rusak, kebutuhan bantuan bibit pertanian, hingga fasilitas sekolah yang dinilai jauh dari layak. Mulai dari gedung SD, rumah guru, pagar sekolah, sumur UKS, ruang guru, hingga kebutuhan turap untuk SMP 47 Muaro Jambi.
“Kami ini butuh perhatian nyata, bukan sekadar janji. Jalan rusak, fasilitas sekolah minim, ini sudah lama,” keluh salah satu warga di forum tersebut.
Menanggapi derasnya aspirasi, Joniadi menyatakan seluruh masukan akan diinventarisasi dan diperjuangkan melalui DPRD. Ia menegaskan reses menjadi momen penting untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat.
“Semua ini akan kami bawa ke DPRD dan diperjuangkan sesuai prioritas dan kewenangan,” ujarnya.
Namun, harapan besar warga kini bertumpu pada realisasi, bukan sekadar pencatatan aspirasi. Kepala Desa Suko Awin Jaya, Idawati, secara terbuka meminta agar hasil reses tidak berhenti di atas kertas.
“Harapan kami jelas, apa yang disampaikan hari ini bisa masuk dan direalisasikan di APBD 2027,” tegasnya.
Reses ini kembali menegaskan persoalan klasik di wilayah pedesaan Muaro Jambi: infrastruktur dasar dan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Jika tidak segera ditindaklanjuti, forum serap aspirasi seperti ini berisiko hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak nyata bagi masyarakat.


Social Header