JB, SENGETI - Kondisi jalan rusak di berbagai wilayah Kabupaten Muaro Jambi kembali menuai keluhan masyarakat. Akses yang terganggu dinilai menghambat aktivitas ekonomi hingga mobilitas warga sehari-hari.
Namun di tengah sorotan tersebut, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), justru meminta masyarakat untuk bersabar dan mengikuti jadwal perbaikan yang telah disusun pemerintah daerah.
“Kita sudah punya schedule. Kalau warga ingin menyampaikan aspirasi, silakan. Tapi yang pasti, ikuti schedule dari pemerintah daerah,” tegas BBS usai rapat paripurna penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025.
Pernyataan ini memunculkan kesan bahwa pemerintah daerah lebih menekankan pada prosedur dan perencanaan, dibanding respons cepat terhadap keluhan masyarakat yang terdampak langsung oleh kerusakan infrastruktur.
BBS berdalih, luasnya wilayah menjadi kendala utama. Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi saat ini harus menangani sekitar 150 desa dan 5 kelurahan, sehingga perbaikan jalan tidak bisa dilakukan secara serentak.
“Bisa sekarang, bisa besok. Kita harus mengatur sesuai kondisi dan kemampuan,” ujarnya.
Meski demikian, di lapangan, banyak warga berharap adanya langkah yang lebih konkret dan percepatan penanganan, terutama pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan parah.
Sejumlah titik bahkan dilaporkan sudah lama rusak tanpa perbaikan signifikan.
Pemerintah daerah memang membuka ruang aspirasi bagi masyarakat. Namun, tanpa kejelasan waktu pelaksanaan yang lebih transparan dan terukur, imbauan untuk “bersabar” dinilai belum cukup menjawab keresahan warga.
Di sisi lain, komitmen pemerintah untuk pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tanpa akselerasi dan pengawasan yang ketat, jadwal perbaikan berisiko hanya menjadi rencana di atas kertas.
Kini, masyarakat hanya bisa menunggu—antara harapan perbaikan segera terealisasi, atau kembali dihadapkan pada janji yang berulang.

Social Header