SENGETI — Tak ingin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hanya berlangsung dari balik meja, Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno turun langsung ke lokasi kebakaran di Desa Air Merah Persiapan, Kecamatan Sungai Gelam, Sabtu (15/8/2026).
Di tengah hari libur dan kepungan asap tebal, Bupati bersama Wakil Bupati Junaidi H. Mahir serta Sekretaris Daerah Budhi Hartono memimpin operasi pemadaman. Karhutla yang terjadi di wilayah tersebut dilaporkan telah menghanguskan puluhan hektare lahan.
Operasi tidak hanya melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Unsur Forkopimda, Kepala Kejaksaan Negeri Muaro Jambi, TNI, Polri, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Muaro Jambi, hingga Manggala Agni turun bersama melakukan pemadaman dan pendinginan.
Bahkan, Dandim 0415/Jambi dan Kapolres Muaro Jambi bersama tim gabungan masuk ke area terbakar untuk melokalisasi titik api dan mencegah kobaran menjalar lebih luas.
“Penanganan bencana tidak boleh dibatasi sekat wilayah administrasi. Saat ini kita bersama-sama memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang ada. Mari saling bantu-membantu,” tegas Bambang di lokasi.
Petugas berjibaku menyisir kawasan gambut dan semak belukar. Pemadaman dilakukan secara manual sekaligus menggunakan mesin pompa air untuk menjangkau titik-titik yang masih menyimpan bara.
Dapur Umum dan Layanan Kesehatan Gratis
Pemkab Muaro Jambi juga tidak hanya fokus mengejar api. Dampak karhutla terhadap masyarakat menjadi perhatian serius.
Pemerintah daerah telah membuka posko dapur umum dan posko kesehatan. Warga terdampak dapat memperoleh layanan pengobatan secara gratis di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.
Sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah masih berjalan. Namun, Pemkab menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi memburuk.
Bambang menegaskan, apabila cuaca tidak mendukung dan konsentrasi asap semakin pekat, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengambil kebijakan meliburkan sekolah demi melindungi keselamatan siswa.
“Pemerintah hadir bersama masyarakat dan aparat adalah bentuk komitmen menyelamatkan hutan dan lahan. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mempercepat pendinginan lahan dan mencegah kabut asap mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Pemadaman dan monitoring akan terus dilakukan sampai seluruh kawasan dinyatakan aman. Pemerintah juga memastikan penanganan karhutla tidak berhenti setelah api terlihat padam, mengingat lahan gambut berpotensi menyimpan bara yang kembali memicu kebakaran.

Social Header