Breaking News

Karhutla 2 Hektare di Muhajirin Padam, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran


SENGETI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan milik pribadi di RT 17, Desa Muhajirin, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (26/8/2026). Api membakar sekitar 2 hektare lahan yang dipenuhi semak belukar, serasah, dan pancang.

Titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 11.38 WIB oleh seorang warga bernama Rahmat (34). Saat melintas di Jalan Lintas Jambi–Ness, Rahmat melihat kobaran api dan segera melaporkannya kepada Pemerintah Desa Muhajirin.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi untuk mencegah api meluas. Polri bersama TNI, BPBD, Damkar, Manggala Agni, pemerintah desa, dan masyarakat berjibaku melakukan pemadaman.

Sedikitnya 104 personel terlibat dalam penanganan. Mereka terdiri dari dua personel TNI, sembilan petugas BPBD, enam personel Damkar, 12 personel Manggala Agni, serta sekitar 75 warga.

Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 17.13 WIB.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan, kecepatan respons dan kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.

“Personel bersama unsur terkait langsung bergerak setelah menerima informasi adanya kebakaran. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dan api berhasil dikendalikan hingga seluruhnya padam,” ujar Erlan.

Dari hasil penanganan di lapangan, kebakaran diketahui merupakan kebakaran permukaan yang melahap vegetasi berupa semak belukar, serasah, dan pancang.

Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran belum diketahui. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, memeriksa kondisi lahan, meminta keterangan sejumlah saksi, serta menelusuri pihak yang mengelola lahan tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran,” kata Erlan.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terlebih ketika kondisi cuaca dan lahan relatif kering.

Kebakaran tersebut sempat berdampak terhadap kualitas udara di sekitar lokasi. Namun, setelah dilakukan penanganan secara bersama-sama, kondisi berhasil dikendalikan dan tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman.

Erlan meminta masyarakat tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Setiap titik api atau indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Apabila menemukan titik api, segera laporkan sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” pungkasnya.

© Copyright 2022 - Jambibaba.id