Breaking News

ISPU Muaro Jambi Tembus 130, Besok SD-SMP Kembali Sekolah, Siswa Wajib Pakai Masker

 


 SENGETI - Kabar baik sekaligus peringatan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi memutuskan siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) kembali mengikuti pembelajaran tatap muka mulai Kamis (3/9/2026).

Namun, di tengah kualitas udara yang masih belum sepenuhnya membaik, para siswa diwajibkan mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

Kebijakan tersebut diambil setelah Pemkab Muaro Jambi memantau kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang masih berfluktuasi di kisaran 110 hingga 130.

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno mengatakan, pembukaan kembali pembelajaran bagi siswa SD dan SMP dilakukan dengan sejumlah penyesuaian demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Mulai besok SD dan SMP sudah belajar seperti biasa. Namun untuk PAUD dan TK masih belajar dari rumah,” ujar Bambang Bayu Suseno.

Menurut Bupati yang akrab disapa BBS tersebut, kewajiban menggunakan masker berlaku bagi seluruh siswa SD dan SMP. Pemkab Muaro Jambi bahkan telah mendistribusikan masker ke sekolah-sekolah.

Masker yang disiapkan pemerintah daerah terdiri dari masker medis biasa dan masker hijab.

“Anak-anak tetap wajib menggunakan masker selama berada di sekolah. Pemerintah daerah sudah mendistribusikan masker ke seluruh SD dan SMP, termasuk masker biasa dan masker hijab,” katanya.

Selain penggunaan masker, aktivitas belajar siswa juga akan dibatasi di dalam ruang kelas. Sekolah diminta tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran maupun aktivitas lainnya di luar ruangan selama kondisi kualitas udara masih belum stabil.

“Untuk sementara kegiatan siswa dilakukan di dalam kelas dan tidak ada kegiatan di luar kelas. Ini untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak-anak,” tegas BBS.

Sementara itu, pembelajaran bagi anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) masih dilakukan dari rumah. Kebijakan ini menjadi langkah kehati-hatian karena anak-anak usia dini dinilai membutuhkan perlindungan lebih di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya aman.

Pemkab Muaro Jambi memastikan kebijakan tersebut tidak bersifat permanen. Evaluasi akan dilakukan secara berkala dengan melihat perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut.

“Keputusan ini akan kami evaluasi kembali sesuai dengan kondisi kualitas udara. Kalau kondisinya sudah membaik, tentu kebijakan akan disesuaikan,” kata Bambang.

Pemkab Muaro Jambi berharap kualitas udara segera membaik sehingga seluruh aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal, termasuk pembelajaran tatap muka bagi siswa PAUD dan TK.

Untuk sementara, sekolah diminta tetap waspada dan mengutamakan kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang masih berfluktuasi.

© Copyright 2022 - Jambibaba.id