KOTA JAMBI — Menyongsong usia setengah abad, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi organisasi yang besar secara nama dan ramai dalam kegiatan. Lebih dari itu, BKPRMI ingin memastikan setiap gerakannya benar-benar memberi manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Milad ke-49 BKPRMI Kota Jambi, Sabtu malam (5/9/2026), di Pendopo Ma’had Tanjung Pasir Al-Awwabien, Jambi.
Mengusung tema “Menyongsong Setengah Abad BKPRMI: Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah gerakan BKPRMI dalam menghadapi tantangan generasi muda yang terus berkembang.
Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Jambi, M. Ilham, S.Ud., M.Ag., mengatakan perkembangan zaman harus diikuti dengan transformasi organisasi. Namun, perubahan tersebut tidak boleh membuat BKPRMI kehilangan jati diri.
Menurutnya, nilai-nilai Islam harus tetap menjadi fondasi gerakan, masjid harus dipertahankan sebagai pusat pembinaan, sementara pemuda harus ditempatkan sebagai kekuatan utama dalam mempersiapkan masa depan.
“BKPRMI harus terus bergerak dan berkembang mengikuti perkembangan zaman. Namun, perkembangan itu tidak boleh membuat kita meninggalkan jati diri. Nilai-nilai Islam harus tetap menjadi pegangan, masjid harus tetap menjadi pusat pembinaan, dan pemuda harus tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan,” tegas Ilham.
Ia menilai usia 49 tahun bukan sekadar angka dalam perjalanan organisasi. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus memperkuat langkah menghadapi persoalan generasi muda yang semakin kompleks.
Karena itu, Ilham menegaskan program BKPRMI Kota Jambi ke depan harus bergerak lebih jauh dari sekadar seremoni dan rutinitas organisasi.
“BKPRMI Kota Jambi tidak hanya ingin besar namanya, tetapi benar-benar besar manfaatnya. Tidak hanya ramai kegiatannya, tetapi kontribusinya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Jambi turut memberikan apresiasi terhadap kiprah BKPRMI yang selama ini konsisten menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemudaan.
Wali Kota Jambi yang diwakili Asisten II Setda Kota Jambi, Dr. H. Mulyadi, M.Pd., mengatakan berbagai program BKPRMI memiliki keselarasan dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Jambi, khususnya dalam mewujudkan semangat Kota Jambi Bahagia.
Menurutnya, pembangunan generasi muda tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Organisasi kepemudaan dan keagamaan seperti BKPRMI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membina generasi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Program dan kegiatan BKPRMI ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Jambi. Ini menjadi sinergi yang baik antara pemerintah dan BKPRMI dalam bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mulyadi.
Ia berharap BKPRMI terus berinovasi dan tidak berhenti pada capaian yang telah diraih.
“Teruslah konsisten dalam melakukan kebaikan, menebarkan manfaat, dan menjadi organisasi yang semakin baik dari waktu ke waktu,” pesannya.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai spiritual dalam perjalanan organisasi.
Tausiyah yang disampaikan Ust. Muhammad Isnaini, M.Pd. (Usteng) mengingatkan jamaah mengenai pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal dan aktivitas.
Menurutnya, sebuah kegiatan dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang benar dan dilakukan semata-mata untuk mengharap ridha Allah SWT.
Ia juga mengangkat kisah perjuangan para marbot masjid yang menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
Pekerjaan yang terlihat sederhana di mata manusia, kata dia, dapat memiliki nilai besar di sisi Allah SWT ketika dilakukan dengan niat lillahi ta’ala.
Sementara itu, Ust. Robiul Awal, M.Pd., mengajak umat tidak menjadikan Rasulullah SAW sekadar sebagai sosok yang dikenang setiap peringatan Maulid.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW harus diterjemahkan dalam akhlak dan perilaku sehari-hari.
“Keteladanan Rasulullah SAW harus hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Bukan hanya kita kenang melalui peringatan Maulid, tetapi juga kita wujudkan melalui akhlak, sikap, dan perilaku kita,” pesannya.
Semangat memperbesar manfaat tersebut sebelumnya telah diwujudkan DPD BKPRMI Kota Jambi melalui berbagai kegiatan dalam rangka Milad ke-49.
Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari senam sehat, pertandingan mini soccer, beberes masjid, khataman Al-Qur’an, silaturahmi, hingga berbagi masker kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa gerakan BKPRMI tidak hanya berorientasi pada aktivitas internal organisasi. Lebih dari itu, BKPRMI berupaya membangun kebersamaan sekaligus menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.
Puncak peringatan Maulid Nabi dan Milad ke-49 tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kota Jambi, unsur kecamatan dan kelurahan, ulama dan tuan guru, tokoh masyarakat, jajaran BKPRMI Provinsi Jambi, para senior, serta keluarga besar BKPRMI Kota Jambi.
Acara diawali pembacaan Ummul Qur’an oleh Ust. Dr. H. M. Alamsyah, M.Pd.I., dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Ardiansyah, S.Sos.I., M.Pd.I., M.A.P. Sementara doa dipimpin Tuan Guru H. M. Amin Hudhori, S.Ag., selaku Pimpinan Ponpes Tanjung Pasir Al-Awwabien.
Kini, ketika usia BKPRMI Kota Jambi semakin mendekati setengah abad, tantangannya bukan lagi sekadar mempertahankan eksistensi organisasi.
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah bagaimana masjid tetap menjadi ruang tumbuh generasi muda, bagaimana dakwah mampu menjawab perubahan zaman, serta bagaimana pemuda dan remaja masjid dapat tampil sebagai kekuatan nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Dari Jambi, pesan menuju setengah abad itu pun semakin jelas: bukan saatnya berpuas diri dengan usia dan capaian, tetapi waktunya memperbesar manfaat, memperkuat kontribusi, dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Social Header